MWC NU Sidayu Siap Membangun Ekonomi Warga NU

Sidayu-Gresik; Tuntutan pengembangan organisasi Nahdlatul Ulama di era modern salah satunya adalah kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga. Kesadaran inilah yang memacu MWC NU Sidayu dalam menggelar diskusi pengembangan ekonomi mandiri berbasis Nahdlatul Ulama bertempat di MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik Jawa Timur. 13/03/2018.

Hadir dalam diskusi ini para pimpinan kelembagaan di lingkungan NU Sidayu dan warga NU yang telah sukses dalam menjalankan bisnis. Pertemuan ini merupakan agenda yang sanngat penting dalam merancang start up bisnis berbasis potensi ekonomi warga NU.

Menurut sekretaris PC NU Kabupaten Gresik H. Mujib SPd, MPdI “Potensi ekonomi di daerah Sidayu mayoritas nelayan dan petani, di samping itu warga NU banyak yang mengelola tambak udang fanami, dulu daerah ini merupakan kelompok masyarakat berekonomi layak karena dulu pernah sukses dalam budidaya sarang walet, tapi saat ini usaha tersebut telah meredup”.

Sementara itu menurut Ust Ahmad Zaini mengatakan “Di Sedayu sendiri melalui perkumpulan Kanjengsepuh sudah memiliki koperasi tetapi bersifat lokal yakni di kelola oleh guru-guru yang melayani usaha simpan pinjam dan usaha toko serba ada di depan masjid Kanjengsepuh, sayangnya koperasi ini bersifat internal lembaga pendidikan dan sulit berkembang karena pengelola koperasi belum berani menghadapi resiko yang lebih besar.”

Usaha perekonomian dan bisnis saat ini yang sedang ramai di sekitar Kecamatan Sidayu adalah bisnis toko ritel. Menurut ketua LDNU MWC NU Ust Solichun Hadi menginginkan NU harus memiliki usaha mandiri seperti membuat toko ritel ini.

Secara umum kebutuhan pokok masyarakat dalam masalah distribusi barang banyak di kelola oleh non NU. Maka untuk mensejahterakan warga NU agar tidak di pengaruhi oleh pengaruh model bisnis modern, jika bisa NU mendesain sendiri untuk masyarakatnya.

Selama ini program NU lebih memacu dalam masalah sosial kemasyarakatan, perlu ada penambahan program baru di bidang usaha berbasis pontensi ekonomi warga seperti usaha krupuk, tepung ikan bahkan permodalan yang disediakan jamiyah untuk kemashlahatan.

Untuk merealisasikan hal inilah MWC NU Sedayu mendesain upaya awal bisnis adalah merencanakan koperasi sebagai terkumpulnya permodalan serta bersama-sama mengumpulkan modal dan potensi bisnis warga NU dilanjutkan dengan inkubasi bisnis warga NU. Diharapkan pada akhir 2018 MWC NU Sidayu akan terealisasi usaha kemandirian organisasi ini.

Hadir dalam acara tersebut H Arifin Hamid MM ketua Puskopssim NU Jawa Timur, Paryono Nur Abdillah S.Sos Direktur Umroh dan Haji Plus PT NU Wisata, H Mukhit ketua KSPPS MUI Gresik Jawa Timur. Sebagai penutup acara tersebut Ust Ubaid dari Lazisnu MWC NU Sidayu menyimpulkan bahwa dalam waktu dekat tim pembentuk Koperasi MWC akan segera dibentuk dengan menyusun tim kerja terlebih dahulu. (Pen)

Check Also

KSPPS “MUI” Salurkan Dana Sosial Untuk Dluafa’

Gresik; KSPPS Mitra Usaha Ideal Gresik Jatim atau lebih dikenal dengan Koperasi MUI Gresik menyelenggarakan …

Pos Indonesia Luncurkan Prangko Seri Dilan 1990

Bandung, 6 Maret 2018 – Fenomena Dilan kini sedang melanda masyarakat di Indonesia, tak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *