Profil

SELAYANG PANDANG TENTANG PUSKOPSSIM NU JATIM
Memperkokoh Korporasi Untuk Kesejahteraan Ekonomi Umat”

PUSKOPSSIM (Pusat Koperasi SYARIAH Syirkah Mu’awanah) NU Jawa Timur adalah hasil Revitalisasi dari PUSKOPSIM (Pusat Koperasi Syirkah Mu’awanah) yang berdiri sejak tahun 2003 dan mendapatkan Pengesahan berupa Badan Hukum dari Dinas Koperasi dan UKMK Propinsi Jawa Timur dengan Nomor : Badan Hukum 518.1/BH/49/103/2003 Tanggal 25 Agustus 2003  dengan pendiri dan anggota :

  1. Primkopsim Kraksaan,
  2. Primkopsim Bojonegoro,
  3. Primkopsim Bangil,
  4. Primkopsim Kediri dan
  5. Primkopsim Malang

Sedangkan yang ditunjuk untuk menjadi pengurus Puskopsim waktu itu sesaui yang tercantum dalam Akta Pendirian adalah :

Ketua                   : Drs. H. Abdul Fatah (Kediri) (Alm)
Sekretaris           : Drs. H. Abdul. Kholik (Kraksaan)
Bendahara          : H. Sulaiman (Bangil)
Semangat awal dari dibentuknya Puskopsim waktu itu adalah  untuk memajukan kesejahteraan ekonomi dan dan kegiatan anggota dan jajarannya.
Waktu terus berlalu, kegiatan Puskopsim sebenarnya berjalan hanya dijalankan dan dikendalikan dari rumah Ketua karena kendala Waktu dan Lokasi tempat tinggal yang saling jauh sedangkan alat komunikasi tidak semudah dan secanggih saat ini. Kegiatan utama yang dilakukan saat itu adalah sebagai penyalur pupuk bersubsidi disamping simpan pinjam sebagaimana keputusan awal.

(Belum tahu/belum punya hasil Keputusan Muskerwil 2013 di Lebo Sidoarjo)

Untuk menjalankan hasil keputusan Muskerwil 2013 bidang Ekonomi (mungkin) yaitu Program PW NU terdapat 9 prioritas terutama ekonomi keummatan yang salah satunya adalah dibentuknya Koperasi sebagai jembatan mensejahterakan Ekonomi warga Nahdliyyin, maka awal 2016 Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur berkenaan akan mendirikan Koperasi, namun karena proses dan prosedur yang akan ditempuh lebih panjang, maka diputuskan untuk menghidupkan kembali Puskopsim yang telah lama vakum, maka dibentuklah Team untuk itu.

Selanjutnya Team bergerak ke beberapa pihak yang terkait, termasuk ke Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur yang menerbitkan Akta Badan Hukum Puskopsim. Atas saran dan masukkan dari Dinkop & UMKM Jatim maka diadakan Rapat Anggota Revitalisasi yang terlaksana pada 19 Maret 2016 dengan dihadiri 17 Koperasi Primer dari beberapa kota/cabang di Jawa Timur.

Atas dasar rekomendasi tersebut maka diputuskan beberapa hal, diantanya :

  1. Susunan Pengurus Pengawas dan Pembina Puskopsim
  • SUSUNAN PENGURUS PENGAWAS DAN PELINDUNG PUSAT KOPERASI SYIRKAH MU’AWANAH NU JAWA TIMUR 
    Pelindung :
    Rais Syuriah PWNU Jawa Timur (KH. Anwar  Mansyur)
    Ketua PWNU Jawa Timur (KH. Hassan Mutawakil Alallah, SH., MH)
    DR. H. Mas Purnomo Hadi, MM (Dinkop Jatim)Pengawas :
    Drs. H, Nurhadi Ridlwan, MH.  (Koordinator)
    DR. H. M. Fathorrozi, M.Si.
    Drs. H. Misbahul Munir,  MMKetua                            : H. Arifin A. Hamid, MM
    Wakil Ketua                 : H. Masyhudi
    Wakil Ketua                 : DR. H. A. Rubaidi
    Wakil Ketua                 : H. Fauzi Priambodo
    Sekretaris                     : Paryono Nur Abdillah, S.Sos
    Wakil Sekretaris          : Sunan Fanani, S.Ag., M.Pd.I.
    Wakil Sekretaris          : Drs. H. Budiono, M.Ak.Ak
    Bendahara                    : H. Supratno, MM
    Wakil Bendahara         : Drs. H. Ahsanul Haq. M.Pd.I
  1. Program Kerja, program kerja yang diputuskan ada 2 keputusan pokok, yaitu :
  2. Tahun Pertama yaitu : Melengkapi Legalitas (Domisili, Akta Notaris, SIUP, TDP, NPWP) serta penajaman program dan
  3. Tahun Kedua berupa action yaitu membuka Unit Simpan Pinjam serta penjajagan pembuatan BMT agar lebih bisa bersentuhan dengan masyarakat, disamping membuka peluang untuk kerjasama dengan pihak lain terutama di lingkungan NU Jawa Timur selain itu memulai pendataan potensi yang ada di tingkat wilayah dan cabang berupa pendataan Koperasi, BMT milik NU atau milik warga NU atau yang berafiliasi dengan NU dengan tujuan akan ada sinergi anatara Puskopsim dengan mereka.
  4. Perubahan dari Konvensional ke Syariah. Dalam perjalanan pemenuhan legalitas ke Notaris maupun ke Dinkop & UMKM Prov. Jatim juga terjadi perubahan atas dasar Rapat Pengurus yaitu dari pola Koperasi Konvensional menjadi Pola Syariah.
  5. Legalitas yang tertuang dalam Akta Notaris Perubahan pun telah dirubah 3 hal pokok yaitu :
  6. PUSKOPSIM menjadi PUSKOSSIM (menggunakan kata Syariah)
  7. Alamat dari jalan Raya Darmo 96 Surabaya (meskipun sempat beralih ke alamat Kediri) menjadi Jl. Masjid Al Akbar Timur No 9 Surabaya
  8. Simpanan Wajib yang semula Rp. 15.000.000,- menjadi Rp. 10.000.000,-

Saat ini dari beberapa program kerja sedang dan sudah terlaksana dan akan memasuki tahun buku kedua yaitu 2017 yang diawali dengan mengadakan Launching sebagaimana hari ini dan selanjutnya adalah : melaksanakan program Simpan pinjam yang didukung penuh oleh :

  1. Jatim melalui Dinkop & UMKM Jawa Timur
  2. Perbankan, yaitu : Bank Jatim Syariah dan Bank Rakyat Indoneisa Syariah
  3. IT kerjasama dengan Puskopsyah Al Kamil Malang

 

Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan.